PEMBAHASAN ALQASHRU
Secara bahasa AlQashru berarti Alhabsu (penjagaan). Firman Allah dalam Q.S. Arrahman:72 “Bidadari – Bidadari yang dipelihara di dalam kemah” . secara istilah alqashru berarti mengkhususkan sesuatu dengan sesuatu melalui jalan yang khusus.
Sesuatu yang pertama disebut Maqshuur.
Sesuatu yang kedua diesbut Maqshuur ‘alaih.
Metode pengkhususan sesuatu itu dapat dilakukan dengan unsur – unsur berikut ini:
Contoh : syauqi hanya seorang penyair.
Arti dari contoh tersebut adalah mengkhususkan syauqi sebagai seorang penyair, dan dibatasi dengan syair itu, bukan seorang penulis. Dan yang menunjukkan atas pengkhususan ini yaitu adanya kalimat “Ma” sebagai penafian (menghilangkan) dan “illa” sebagai ististna’ (pengecualian).
Kalimat sebelum “Illa” yaitu “Syauqi” disebut Maqshuur ‘alaih, sedangkan kalimat sesudahnya yaitu “Sya’ir” disebut Maqshuur. Maka “ma” dan “Illa” adalah alat untuk mengkhususkan sebuah kalimat.
Apabila kita mengatakan “syauqi Syairun” tanpa menggunakan “maa” dan “illa” maka tidak akan dipahami sebagai sebuah pengkhususan.
Olehkarena itu, pada setiap qashru ada dua unsure, maqshuur dan maqshuur ‘alaih. Disebut maqshuur adalah yang mengikat maqshuur ‘alaih pada jumlah asalnya.
Di dalam qashru ada empat pembahasan pokok, antara lain :
1.Qashru dengan maa (penafian) dan illa (pengecualian). Seperti : Maa Syauqi illa Sya’irun” atau “Maa Sya’irun illa Syauqi”.
2.Qashru dengan “innama”. Contoh : “innamaa yahsyallaha min ‘ibaadihil ‘ulama…”
3.Qashru dengan “atof La, Bal, dan Laakinna. Contoh: Al Ardhu Mutaharriaktun Laa Tsabitatun.
4.Qashru dengan mendahulukan sesutatu yang seharusnya berada di belakang/ di akhir jumlah (kalimat). Contoh : “iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin” (alfatihah) yan artinya kami mengkhususkan beribadah dan memohon pertolongan hanya kepada-Mu.