Selasa, 05 Januari 2010

jemari itu pun memaknakan iman



Ada tiga prinsip hidup:

1. Bentuk jiwa dengan aqidah dan tauhid yang benar

2. Bentuk pribadi dengan syariah dan fiqh yang benar

3. Bentuk perilaku dengan akhlak yang mulia

Kelebihan jari tangan

Tekukkan jari tengah. Ia diibaratkan sebuah pondasi yang kuat untuk menopang keempat jemari lainnya. Namun ketika jari tengah itu diibaratkan sebuah pondasi iman dalam hidup ini maka jemari yang lain pun akan tetap kokoh bila iman itu dijaga dan dipelihara dengan benar.

Jari jempol adalah jari paling besar dari jari yang lainnya. Oleh setiap orang ia selalu diartikan sebagai suatu symbol kebagusan atau kebanggaan. Maka bilamana seseorang memiliki iman yang bagus kuat dan kokoh maka ia pun akan memiliki pribadi dengan perilaku atau akhlak yang bagus dan mulia.

Jari telunjuk adalah jari yang biasa digunakan orang untuk menunjuk sebagai symbol dari seorang pemimpin atau penguasa. Dengan pondasi jari tengah yang kuat sang pemimpin akan menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk dan mengarahkan rakyat (anggota) yang dipimpinnya ke arah kebaikan dan kebenaran, karena kokohnya jari tengah sebagai pondasi keputusan yang diambilnya.

Sebelum menuju jari manis, kita lihat dulu jari kelingking (si kecil yang imut :-P). jari ini merupakan jari yang paling kecil. Kalau kita tidak memiliki kekuasaan seperti jari telunjuk, maka jadilah seorang rakyat yang kokoh pondasi jari tengah (iman )-nya. Dengan itu kita menjadi angota/rakyat yang dapat menjaga pondasi itu hingga menjadi pengawas sang penguasa (jari telunjuk) dengan penuh kekuatan iman.

Terakhir adalah jari manis. Dari ketiga jari di atas dapat kita angkat dengan mudah walaupun kondisi jari tengah dalam keadaan ditekuk. Lalu, apa yang terjadi dengan jari manis? Yah, ketika jari tengah ditekuk maka jari manislah yang memang agak -kalau gak bisa dibilang sangat- susah untuk di angkat, tidak seperti jari lainnya. Bagi wanita jari ini adalah jari yang sangat menentukan masa depannya karena sang pasangan hidup yang kan menemaninya selalu akan menaruhkan cincin pada awal pinangannya sebagai symbol kesetiaan kepadanya. Sehingga jari manis ini menjadi symbol atau tanda seorang pemuda dan pemudi yang ada di bumi ini. Maka, jari manis kita artikan ibarat sebuah generasi penerus, harus menjadi kuat dan kokoh dengan pondasi jari tengahnya. Karena hanya jari inilah yang apabila dipaksa di angkat akan mengangkat jari tengah juga. Artinya, bila generasi mudanya belum memperkuat jari tengah sedangkan sudah melakukan hal-hal yang belum terkontrol maka akan merusak pondasinya itu.

Tiga prinsip -pakem- hidup di atas menjadi sebuah sandaran dan sekaligus patokan dalam menjalani kehidupan di alam dunia ini. Dan untuk menjaganya maka cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengidupkan sunnah-sunnah Rasululah SAW. Diantaranya:

1. Menunaikan shalat fardhu bejama’ah di masjid

2. Menunaikan shalat sunnah rawatib

3. Menunaikan shalat sunnah malam dan dhuha

4. Puasa sunnah

5. Tilawah al-qur’an

6. Mudawamatul wudhu’

7. shadaqah