Rabu, 29 April 2009

G20, manipestasi kapitalisasi ekonomi modern

Daerah berwarna biru menunjukan negara anggota G-20; biru muda menunjukan anggota Uni Eropa yang tidak diwakili oleh satu negara sendiri. G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa.
Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.
Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. Selanjutnya Singkatan G-20.
Latar belakang pembentukan forum ini berawal dari terjadinya Krisis Keuangan 1998 dan pendapat yang muncul pada forum G-7 mengenai kurang efektifnya pertemuan itu bila tidak melibatkan kekuatan-kekuatan ekonomi lain agar keputusan – keputusan yang mereka buat memiliki pengaruh yang lebih besar dan mendengarkan kepentingan - kepentingan yang barangkali tidak tercakup dalam kelompok kecil itu. Jenis organisasi ini adalah sebuah organisasi yang berkarakterkan Forum konsultasi. Adapun tujuannya adalah "Mewadahi negara-negara industri dan berkembang secara bersama - sama mendiskusikan berbagai masalah kunci di bidang ekonomi dunia."
Kantor pusat G20 ini berpindah – pindah. Berikut penjelasannya. Pertemuan G-20/G-20 Summits of Financial Ministers diadakan setahun sekali di negara yang menjadi anggota G-20. Pertemuan G-20 pertama kali diadakan di Berlin, Jerman tahun 1999. Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan G-20 pada tahun 2013.

• 1999: Berlin, Jerman
• 2000: Montreal, Kanada
• 2001: Ottawa, Kanada
• 2002: Delhi, India
• 2003: Morelia, Meksiko
• 2004: Berlin, Jerman
• 2005: Beijing, Cina
• 2006: Melbourne, Australia
• 2007: Cape Town, Afrika Selatan
• 2008: São Paulo, Brazil, 18 November
• 2008: Washington, D.C., USA (pertemuan Kepala Pemerintahan)[2]
• 2009: London, Britania Raya, 18 Maret (ditambah pertemuan Kepala Pemerintahan pada tanggal 2 April 2009)[3]
• 2010: Nairobi, Kenya
• 2011: Selandia Baru
• 2012: Britania Raya
• 2013: Bali, Indonesia
• 2014: Jeddah, Arab Saud
Wilayah layanan orgasnisasi ini adalah seluruh bagian dunia Keanggotaan. Anggota G20 itu antara lain :
Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Republik Rakyat Cina, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arabsaudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, Uni Eropa.

G-20 tidak memiliki staf tetap. Kursi ketua dirotasi di antara anggota-anggotanya dan dipegang oleh Troika yang beranggotakan tiga anggota: ketua tahun berjalan, ketua tahun lalu, dan ketua tahun berikut. Sistem ini dipilih untuk menjamin keberlangsungan kegiatan dan pengelolaan. Ketua tahun berjalan membuka sekretariat tidak tetap yang buka hanya selama masa tugasnya.
Sebagian besar anggota adalah negara-negara dengan Keseimbangan Kemampuan Berbelanja (PPP) terbesar dengan sedikit modifikasi. Belanda, Polandia, dan Spanyol, yang termasuk big 20, diwakili oleh Uni Eropa. Iran dan Taiwan tidak diikutsertakan. Thailand juga tidak diikutsertakan, walaupun posisinya di atas Afrika Selatan.
Sebagai forum ekonomi, G-20 lebih banyak menjadi ajang konsultasi dan kerja sama hal - hal yang berkaitan dengan sistem moneter internasional. Terdapat pertemuan yang teratur untuk mengkaji, meninjau, dan mendorong diskusi di antara negara industri maju dan sedang berkembang terkemuka mengenai kebijakan-kebijakan yang mengarah pada stabilitas keuangan internasional dan mencari upaya-upaya pemecahan masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu negara tertentu saja.
G20 adalah sebuah forum yang bukan formal.
90% GDP dan 80% perdagangan dunia dikontribusikan oleh G20 ini. Indonesia termasuk dalam Negara G20 ini. Terbentuknya G20 pada tahun 1990an sebenarnya untuk memfasilitasi diantara anggota-anggotanya, baik Negara maju atau berkembang dalam menghadapi permasalahan ekonomi di dunia.
Dari itu semua, kita dapat membayangkan bagaimana keadaan Negara – Negara lain yang tidak terlibat di dalam G20 ini. Karena pada prinsipnya G20 ini adalah “mensejahterakan” anggotanya saja, lantas bagaimana dengan kesejahteraan mereka yang tidak termasuk dengan keanggotaan ini??? Apakah ini adalah bentuk konspirasi dunia modern yang ada dalam mengantisipasi sekaligus “trap” mutakhir bagi Negara – Negara berkembang??? Entahlah……
Yang pasti, dapat dipastikan bahwa dalam setiap pertemuan yang terselenggara secara tahunan ini sangat sarat bahkan kental dengan racikan bumbu – bumbu kapitalisme moderat pada setiap program – programnya. Di sisi lain, sebenarnya kita bisa berfikir mengenai G20 ini adalah sebuah manipestasi “berkelidnya” Negara – Negara kapitalis dari ketidak sempurnaan kapitalisme sebagai sebuah system perekonomiannya, yang katanya bahkan sudah menduania. Benarkah???
Bayangkan, kalau 90% GDP hanya berada dalam lingkaran G20 ini, dimana fungsi distribusi ekonomi??? Belum lagi ditambah dengan 80% perdagangan yang hanya pada lingkaran G20 ini pula… dimanakah keadilan capitalism system yang digembar – gemborkan para bapak ekonominya???
Apakah ada sebuah solusi alternative konkrit untuk mengatasi itu semua??? Jawabnya pasti ada. (Mohamad Toyyib Wibiksana)

Selasa, 14 April 2009

sepatah kata semangat

"sukses bukanlah kunci kebahagiaan,,,,
kebahagiaan adalah kunci kesuksesan,,,
jika anda mencintai apa yang anda lakukan,,,
maka anda akan mendapatkan kesuksesan itu"

"jujur dalam berkata,, lurus dalam berniat adalah buah dari keikhlasan...
semoga sari esok menjadi momentum dalam perubahan diri.."
ESQ

"ketika masalah sudah semakin rumit,,,
penyelesaiannya semakin dekat,,
masalah ibarat malam, semakin pekat tanda mentari pegi sudah semakin dekat menghampiri,,,
semangat dan tetap berjuang tanpa henti saudara - saudaraku.... ^^

"biarlah Allah saja yang menyemangati kita,,,
sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas kelalaian kita,,,
cukuplah saja Allah yang memelihara ketekunan kita,,,
karena perhatian manusian terkadang menghanyutkan keikhlasan,,,
saudaraku...
semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna;
pribadi yang saat berbaur ia mampu menyemangati yang lain
dan di saat ia sendiri ia mampu mengutakan dirinya sendiri..."

"jangan tunggu di sapa baru tersenyum,,,
dicintai baru mencintai,,,
kesepian baru bersahabat,,,
orang lain terluka baru minta maaf,,,
kesulitan datang beru berdoa,,,
maut menjemput baru mencari & percaya Tuhan,,,
JaNGAN TUNGGU!!!
karena kamu tidak tahu berapa lama waktumu,,,
let's do it before it's too late..."

"SENYUM ADALAH PESAN KEBAHAGIAAN YANG PALING CEPAT SAMPAI KE HATI,,,
JANGAN MENUNGGU BAHAGIA UNTUK BISA TERSENYUM,,,
TAPI TERSENHYUMLAH UNTUK MENJEMPUT KEBAHAGIAAN..."

"Hari ini benar - benar unik...
diantara kelemahan dan ketidak berdayaan,,,
kita tetap berjalan meski tertatih,,,
memungut serpihan - serpihan semangat yang berserakan di jalan,,,
mencari segenap cita dan cinta dari yang terbuang,,,
karena ia tak pernah sekalipun mengajarkan kekasihNya untuk menyerah,,,
apalagi berputus asa...
malalui kalianlah Allah menitipkan semangatNya,,,,
SEMANGAT... ^_^....

AKTIVIS........
Aktivis dakwah bukan malaikat,,,
dia bisa dipuja dan bisa juga dihujat,,,
tapi yang menjadi penting adalah,,,
mereka punya pilihan untuk,,,
hidup bukan hanya untuk dirinya,,,
Namun terus belajar dari semesta,,,
untuk terus menjadi lebih bermakna...

3 HAL.........

3 hal yang membuat kita kuat:
"iman, pengharapan dan kasih"

3 hal yang tak akan dilupakan:
"cinta, kejj=ujuran dan persahabatan"

3 hal yang tak dapat kembali:
"waktu, kesempatan dan perkataan"

3 hal yang membuat kita dewasa:
"kesabaran, ketulusan dan rasa syukur"

AKU minta pada Allah setangkai bunga segar, ia beri AKU kaktus berduri,
AKU minta pada Allah binatang mungil nan cantik, ia beri AKU ulat berbulu,
AKU sempat sedih, protes dan kecewa,
betapa tidak adilnya ini,

Namun, kemudian...
kaktus itu menjadi berbunga sangat indah sekali..
dan ulat itu pub tumbuh dan berubah menjadi kupu - kupu
yang teramat cantik...
itulah jalan ALLAH...
indah pada waktunya...

orang - orang baik diantaramu adalah orang yang karena melihatnya mengingatkanmu kepada ALLAH,,,
ucapannya menambah pengetahuanmu dan...
amalnya mengingatkanmu kepada akhhirat...
(H.R. Alhakim)

HASAN ALBANA:
Di dunia ini,,,
dari banyak jumlah manusia, hanya sedikit yang sadar.
dari sedikit yang sadar, hanya sedikit yang berislam..
dari yang sedikit berislam, jauh lebih sedikit lagi yang berdakwah...
dari sedikit yang berdakwah, jauh lebih sedikti lagi yang berjuang....
dari yang sedikti berjuang, jauh lebih sedikit lagi yang bersabar......
hanya sedikit dari mereka yang sampai akhir perjalanan....

jika dakwah ibarat pohon,,,
ada saja daun - daun yang berjatuhan,,,
tapi pohon dakwah itu tak pernah kehabisan cara untuk membuahkan tunas - tunas barunya,,,
sementara daun - daun yang berguguran tak lebih akan menjadi sampah dalam sejarah,,,,
memilih jalan dakwah bukanlah KESALAHAN....
KESALAHAN ADALAH KETIDAKSABARAN DALAM BERJUANG....
semoga berat amanah menjadi 1 titian menuju surga ALLAH....
keep jihad....... :)

ikhwafillah.....
jadilah beton - beton yang tegak berdiri menunjang seluruh bangunan,,,
menjadi batu karang yang terhampar di lautan,,,
tapi terkikis oleh terpaan ombak,,,
jadilah ikhwan (GANTENG); GESIT, AKTIF, NEVER PESIMIS, TANGGAP, EMPATI, NUMBER ONE IN ACADEMIC, GENTLE.
jadilah akhwat (CANITK); cERDAS, ANTUSIAS, NEVER GIVE UP, TRUST, INOVATIF, KREATIF N KEPRIBADIAN YANG MULIA.


HATI adalah sumber keberanian, kesemangatan dan komitmen.
HATI adalah tenaga, perasaan yang menuntut kita belajar menciptakan, bekerjasama,memimpin dan menolong...
(ARY GINANJAR)


"apa yang bisa dilakukan musuhku kepadaku?
kalau dia penjarakanku, maka aku punya kesempatan berkhalwat dengan rabbku...
kalau dia mengasingkanku, bagiku itu adalah rekreasi mengagumi keindahan ciptaan rabbku,,,
kalau dia membunuhku, dia hanya akan mempercepat pertemuanku dengan Rabb kekasihku"
(Ibnu Taimiyah)
LAlu, apa yang harus kutakutkan????


feeling alone???
Inallaha Ma'ana

saw evil act?
Inni akhafullah

wishing something?
faidza azzamta farawakkal 'alallah

missing somebody?
ma fi qalbii ghairullah...


sabar bukan menyerah tanpa usaha
sabar bukan perjuangan tanpa hasil
sabara adalah taman kesejukan di antara ikhtiar maksimal&tawakal total.
sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah
bahwa DIA akan segera menyambut niat & keinginan tulus seorang hamba...
hanya hambaNya yang istiqomah & mantaplah yang mampu bersabar dalam mengarungi kehidupan...


perkataan yang indah adalah "ALLAH"
lagu yang merdu adalah "ADZAN"
media yang terbak adalah "AL-QUR'AN"
senam yang sehat adalah "SHALAT"
diet yang sempurna adalah "PUASA"
kebersihan yang menyegarkan adalah "WUDHU"
perjalanan yang indah adalah "HAJI"
khayalan yang baik adalah DOSA & TAUBAT"

sahabat itu dorongan ketika kita hampir berhenti,
petunjuk jalan ketika kita hampir tersesat,
memberikan senyum tulus ketika kita berduka,
memapah kita ketika hampir tergelincir,
dan mengalungkan butir - butir mutiara doa penuh ketulusan

"gunakanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaan anda dan keberserahan sebagai kekuatan dari penantian anda,,,
lalu lihatlah apa yang akan terjadi".

Keutamaan istighfar anak untuk kedua orang tuanya...
dari Abu Hurairah r.a. RAsulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah pasti akan mengangkat derajat hamba yang shaleh di dalam surga,
lalu hamba itu bertanya, "Tuhanku, benarkah ini untukku? Allah menjawab, "Ya, karena istighfar anakmu untukmu" (H.R Ahmad)

"teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu"
"teruslah berlari hingga kebosanan itu lelah mengejarmu"
"teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu"
"teruslah bertahan hingga kefuturan itu futur menyertaimu"
"tetaplah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu"
(UST. Rahmat Abdullah)

ALLAH PASTI MEMBALAS CINTAMU

ALLAH PASTI MEMBALAS CINTAMU
Indah nian jika cinta berbalas cinta, dunia seakan milik berdua. Namun sayang, tidak setiap cinta di dunia ini akan berbalas cinta. Dan tidak setiap cinta akan berbuah manisnya barakah. Begitu banyak cinta di dunia ini yang tidak berbalas, dan begitu banyak cinta dunia ini yang berbalas benci. Begitu banyak cinta di dunia ini yang berbuntut dan berakhir duka. Begitu banyak pula cinta yang berbuah laknat dari Yang Maha Kuasa. Ketika yang dicinta tidak mencinta, ketika yang diimpikan tidak memberi jawaban, banyak manusia yang akhirnya dirundung duka berkepanjangan. Banyak manusia yang akhirnya lelap dalam buaian syeithan.
Pahit memang jika cinta tiada berbalas. Begitu banyak pecinta yang patah hati, hingga dukanya tiada henti. Begitu banyak kekasih yang terluka, hingga pilunya tersimpan sepanjang usia.
Cinta, memang salah satu anugerah terindah yang diberikan Allah swt kepada manusia. Namun kesalahan dalam mengarahkan dan memanage rasa cinta dapat menjerumuskan sang pecinta kepada kebinasaan. Tidak sedikit pecinta yang patah hati atau terluka, dan akhirnya gelap mata yang membuatnya bertindak di luar logika. Ada yang tenggelam dalam duka dan menutup diri. Ada yang termakan rasa benci yang kian menjadi-jadi. Ada yang nekat bunuh diri. Bahkan ada juga yang akhirnya terjerumus pada perkara syirik dengan mendatangi dukun dan meminta ilmu pelet atau pengasihan untuk mendapatkan si kekasih hati.
Astaghfirullah! Rendah nian realisasi rasa cinta yang demikian. Cinta buta dan membutakan yang hanya berlandaskan nafsu semata. Semoga Allah swt menjauhkan kita dari rasa cinta yang demikian. Amin.
Saudaraku, itulah gambaran cinta duniawi yang banyak sekali menimbulkan kesengsaraan bagi pecintanya sendiri. Sungguh, hanya ada satu cinta yang tidak akan pernah mengecewakan, melukai atau menipu para pecintanya, yaitu cinta kepada Allah swt. Hanya ada satu cinta yang akan selalu membalas pecintanya dengan balasan cinta yang jauh lebih besar, yaitu cinta kepada Allah swt. Cinta kepada satu-satunya Zat yang memiliki dan menciptakan rasa cinta. Allah swt tidak memilah untuk memberikan balasan kepada para pecinta-Nya. Allah swt tidak akan peduli apakah pecintanya itu seorang presiden atau seorang pemulung, seorang yang cacat maupun seorang yang sempurna fisiknya, seorang yang cantik atau jelek wajahnya, seorang yang sehat atau sakit-sakitan, Allah swt tidak pernah mempedulikan hal-hal yang demikian. Allah swt hanya melihat seberapa besar kecintaan hamba-Nya dan pengaplikasian rasa tersebut kepada Allah swt. Allah swt akan memberikan balasan yang besar kepada siapapun hamba-Nya yang senantiasa mencintai-Nya dan mengaplikasikan rasa cintanya dengan sebaik-baiknya secara kontinyu.
Ketika seorang hamba telah terpesona dengan keindahan dan kesempurnaan Allah swt, maka tidak akan ada jalan baginya untuk berpaling. Dan tidak ada pula kekecewaan kepada Allah swt, karena Allah swt akan membalas orang-orang yang mencintainya dengan balasan yang lebih besar.
Dalam hadis kudsi Allah swt berfirman:
“Aku sesuai prasangka hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya manakala ia mengingatKu. Jika ia mengingatKu dalam dirinya, Aku pun mengingatnya dalam diriKu. Jika ia mengingatKu dalam suatu kumpulan, Aku pun mengingatnya dalam kumpulan yang lebih mulia. Jika ia mendekat kepadaKu sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia mendatangiKu dengan berjalan, Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari Muslim)
Subhanallah! Betapa indahnya untaian kalimat yang diserukan Allah swt dalam hadits qudsi di atas. Di sana terlihat betapa Allah swt akan memberikan balasan kepada orang-orang yang selalu mencintainya dan mengaplikasikan rasa cintanya dengan sebaik-baiknya, dengan balasan yang lebih besar, bukan dengan balasan yang seimbang maupun balasan yang lebih kecil. Allah swt pasti akan memberikan balasan yang berlipat ganda, sebagaimana firman-Nya di dalam Al Quran yang artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ : 40)
Tidak ada seorang hamba-pun yang mencintai Allah swt dengan cinta yang paling besar dan paling murni, serta merealisasikan cintanya dalam bentuk ketakwaan dan keistiqomahan yang mantap, melainkan Allah swt akan memberikan balasan kepadanya dengan balasan yang jauh lebih baik, lebih besar, dan lebih indah.
Saudaraku, mencintai kekasih, mencintai harta, mencintai tahta, mencintai wanita, semua itu adalah bentuk-bentuk cinta duniawi yang kapanpun dapat membuat kita lupa, dan menimbulkan dosa yang sebelumnya tidak pernah kita duga.
“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. At-Taubah: 24.)
Cinta duniawi yang hanya berlandaskan nafsu semata adalah seperti menciptakan monster buas tak berperasaan dan berlogika, yang setiap saat dapat menerkam dan melahap penciptanya sendiri. Namun cinta karena Allah swt dan cinta kepada Allah swt setiap saat akan membuahkan kebaikan dan keindahan yang tidak disangka-sangka.
Cinta kepada Allah swt adalah satu-satunya bentuk cinta yang akan membawa para pecinta-Nya menuju tempat dan kedudukan yang jauh lebih tinggi dan lebih mulia. Karena Allah swt tidak akan pernah mengecewakan hamba yang senantiasa mencintai-Nya. Allah swt akan membalas para pecinta-Nya dengan cinta yang jauh lebih besar dan bermaslahat bagi pecinta-Nya, tanpa memandang status sosial, tampilan fisik, keadaan ekonomi, nilai akademik dan sebagainya.
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al Zalzalah : 7).
Wallahua’lam



SEMBILAN WASIAT KEKASIH ALLAH

SEMBILAN WASIAT KEKASIH ALLAH


Dalam kitab Hidayatul Adzkiya Ila Thoriqil Auliya, salah satu kitab praktis para wali Allah, ditemukan penjelasan singkat mengenai Thariqah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Diantaranya mengenai Sembilan Wasiat yang berasal dari orang – orang yang telah wushul (sampai) kepada Allah SWT.
Wasiat tersebut sangat penting dan perlu diketahui oleh setiap muslilm. Barang siapa yang mampu mengamalkan wasiat tersebut insya Allah akan mendapat kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT. Ia akan ber-musyahadah langsung dengan-Nya. Segala tabir tersingkap dan cahaya iman menyala – nyala dari dalam dirinya. Sebaliknya, siapa saja yang mengabaikannya, bukan tidak mungkin ia akan semakin terhijab dari cahaya ilahi. Jiwanya akan semakin sulit terhindar dari kotor dan penuh nafsu angkara.
Karena pentingnya Sembilan wasiat tersebut, maka dalam tulisan ini disajikan ringkasannya, dengan harapan semoga bermanfaat bagi kita bersama di zaman serba “wah” ini. Suatu zaman yang sering melalaikan kita bahwa sesungguhnya tujuan hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada-Nya.
Pertama, tobat dari segala maksiat. Tobat memiliki empat rukun. Tanpanya, kita belum tergolong orang uang bertobat. Rukun – rukun tersebut adalah :
1. Menyesali segala perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.
2. Berhenti melakukan segala bentuk perbuatan dosa kecil apalagi dosa besar.
3. Bertekad untuk tidak mengulagi kembali segala bentuk perbuatan dosa.
4. Memohon maaf kepada setiap manusia yang telah dizhaliminya.
Tobat adalah kunci pertama untuk mencapai istiqomah. Juga, tobat adalah syarat utama bagi siapapun yang ingin menapaki jalan Allah SWT. Janganlah kita terkecoh oleh khayalan bahwa kita telah dekat dengan Allah, padahal kita belum pernah bertobat kepada-Nya secara hakiki.
Kedua, qona’ah, yakni menerima dengan ridha apa yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Merasa puas dengan apa yang ada tetapi tidak pasif terhadap segala sesuatu melainkan selalu bersemangat untuk menggapai kemuliaan di dunia ini, lebih – lebih akhirat nanti. Dunia dijadikan jalan untuk menjadi jalan mendapatkan surga-Nya.
Orang yang tidak memiliki sifat qona’ah akan mudah meninggalkan perkara – perkara sunah demi mengejar kemewahan dunia. Jiwanya akan selalu gelisah karena tidak merasa puas dengan yang dimilikinya, melihat dirinya selalu berada dalam kekurangan. Orang yang tidak qona’ah mudah berprasngka buruk kepada Allah SWT.
Ketiga, zuhud terhadap dunia. Artinya menghilangkan rasa cinta kepada dunia. Zuhud bukan berarti menjadi orang miskin melainkan pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya. Orang zuhud selalu memenuhi kebutuhan hidup tetapi menghindari segala bentuk kerakusan. Zuhud dalam ajaran orang – orang yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. termasuk dalam maqam yang sangat mulia. Rasulullah saw. Bersabda : “Berzuhudlah di dunia, maka engkau akan menjadi kekasih Allah.” Dalam hadist lain beliau juga bersabda: “Barang siapa yang ingin mendapatkan ilmu tanpa belajar (ilmu langsung dari Allah SWT.) maka hendaklah ia berzuhud di dunia ini.”
Keempat, ta’allum al ‘ilmu asysyar’i, belajar ilmu – ilmu syara’ sepanjang hayat agar ibadahnya kehadirat Allah SWT. semakin sempurna. Selalu menambahkan ilmu pengetahuan agama demi kesempurnaan ibadah bagi orang yang sedang suluk (mendekatkan diri kepada Allah SWT.) hukumnya fardu ‘ain.
Dalam hal ini, tentu saja yang terpenting adalah mengamalkan segala hal yang telah diketahuinya. Sebab tanpa amal, orang yang memiliki ilmu syar’i tidak akan mendapat derajat kedekatan dengan Allah SWT. malah akan membuat dia semakin jauh dari hidayah Allah SWT. Ilmu yang dimiliki akan berbuah menjadi siksa bagi dirinya. Ilmu tanpa amal laksana pohon yang tidak berbuah. Barang siapa yang mengamalkan apa yang telah diketahuinya, maka Allah SWT. akan memberikan ilmu yang belum diketahuinya.
Kelima, tawakal (pasrah) kepada Allah SWT. dengan segala urusan kehidupan yang telah diikhtiyarkan. Tawakal hampir sama dengan jiwa yang selalu bernaung di hadirat Allah SWT. batinnya selalu bergerak menuju Allah sementara dzhahirnya bergerak aktif menyelesaikan segala tugas kehidupan.
Allah SWT. Berfirman : “Barang siapa bertawakal kepada Allah maka Allah akan mencukupi segala kebutuhannya,” atau dengan kata lain Allah akan selalu memberikan kemudahan dalam menyelesaikan segala tugas hidupnya. Orang – orang yang bertawakal memiliki jiwa muthmainnah (jiwa yang tenang).
Keenam, ikhlas dengan segala amal. Ada dua macam tingkatan ikhlas. Pertama, melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. Dengan tidak mengharap apapun dari amalnya kecuali ridho dan dekat kepada-Nya. Kedua, beribadah kepada-Nya dengan mengharap pahala dan surga-Nya. Derajat yang pertama lebih mulia dibandingkan dengan derajat yang kedua.
Selain dua hal tersebut (tidak ikhlas) dalam beribadah berarti riya, yakni beribadah dengan mengharap imbalan duniawi atau ingin dipuji orang lain. Riya adalah perusak nilai ibadah dihadapan Allah SWT. Riya bagi ahli suluk adalah dosa terbesar, tidak cuma menghilangkan pahala ibadah bahkan riya dapat membawa seseorang dibenci dan disiksa oleh Allah SWT.
Imam Alghazaly berkata : “Di antara tanda orang yang tidak riya adalah hati selalu merasa tenteram beribadah di tempat sunyi yang tiada seorang pun mengetahuinya, dan tidak merasa bahagia jika saat itu hadir orang lain mengetahui ibadahnya.”
Ketujuh, uzlah, yakni menyendiri di tempat tertentu dengan tujuan untuk mengkonsentrasikan diri taqarrub ila Allah. Uzlah tidak sama dengan lari dari tanggung jawab dengan segala persoalan hidup melainkan mensucikan diri sebelum terjun di tengah – tengah umat menegakkan amar ma’ruf nahyi munkar.
Uzlah atau mengasingkan diri dari manusia dan dunia merupakan salah satu ciri bagi orang – orang yang berkehendak menuju Allah SWT. Uzlah tidak dilaksanakan sepanjang hidup tetapi diamalkan pada waktu – waktu tertentu untuk memulihkan kesucian hidupnya yang bersentuhan dengan dunia yang mau tak mau pasti menimbulkan gangguan dan rintangan di dalam menuju kepada-Nya.
Kedelapan, muhafadzhat al sunani wal adabi yang datang dari rasulullah saw. Yakni berusaha semaksimal mungkin mencontoh segala tindakan nabi Muhammad saw. Baik yang dzhahir maupun yang batin. Sebab tidak ada jalan yang memudahkan dekat dengan Allah SWT. kecuali mencontoh kehidupan rasulullah saw.
Siapa saja yang mengaku dekat dengan Allah swt. Tetapi menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW. berarti ia dalam kesesatan meskipun ia dapat menunjukkan keajaiban – keajaiban yang sangat mengagumkan. Sebab diantara tanda dekat dengan Allah SWT. bukanlah kemampuan menunjukkan hal – hal yang di luar hukum alam, melainkan di lihat dari kearifan hidupnya.
Kesembilan, khifdzul auqaat, disiplin waktu, yakni menjadikan waktu mengandung nilai ibadah di hadapan Allah SWT. Bagi ahlu suluk waktu adalah ibadah. Ia tidak akan membiarkan waktunya sia – sia apalagi di isi dengan hal – hal yang dimurkai oleh Allah SWT.
Para ahli suluk biasanya selalu meneliti waktu – waktunya dengan seksama dan mereka selalu memiliki jadwal pembagian waktu agar tidak menggunakan waktunya untuk hal – hal yang tidak bermanfaat di hadapan Allah SWT.
Demikianlah Sembilan wasiat yang datang dari para kekasih Allah SWT. mudah – mudahan kita semua mampu merenungkannya dan mengamalakannya. Sehingga kita dalam menjalani hidup yang sudah serba modern ini dapat menemukan ketenteraman hidup, hidup bersama Allah dan istiqomah dalam menempuh jalan menuju kepada-Nya. (Mohammad Sodrudin)